Cirebon, 28 Agustus 2026 — Bagaimana cara produk lokal Cirebon bisa menjangkau lebih banyak konsumen di tengah perkembangan dunia digital? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu hal yang dijawab melalui kegiatan pelatihan digital marketing bersama TikTok Shop dan Tokopedia yang dilaksanakan di Swiss-Belhotel. Kegiatan ini diikuti oleh 170 peserta yang terdiri atas 100 peserta dari Kota Cirebon dan 70 peserta dari Kabupaten Cirebon. Para peserta mendapatkan pendampingan dan pembelajaran mengenai pemanfaatan platform digital sebagai sarana pemasaran sekaligus cara membuka dan menjalankan toko secara daring. Tidak berhenti pada pembelajaran, kegiatan ini juga berhasil mendorong pembukaan sebanyak 100 toko di TikTok sebagai langkah awal bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar.

Bukan Sekadar Jualan, Konten Juga Harus Menarik

Salah satu materi yang diberikan adalah cara membuat konten yang sesuai dengan karakteristik produk, termasuk fashion dan furniture. Pelaku usaha diarahkan untuk memperhatikan kualitas visual, kejernihan audio, durasi, format, resolusi, dan tampilan sampul video agar mampu menarik perhatian calon pembeli. Konten juga harus orisinal, tidak mengambil atau mengunggah ulang konten kreator lain, menggunakan format vertikal 9:16, resolusi HD 720p, serta memiliki volume suara yang stabil. Untuk produk fashion, durasi konten yang disampaikan berada pada kisaran 15–60 menit, sedangkan furniture berada pada kisaran 30–60 menit. Sampul atau cover juga perlu dibuat semenarik mungkin agar mampu membangun rasa penasaran dan mendorong calon penonton untuk melihat konten.

Live Streaming Jadi Salah Satu Kunci Menarik Pembeli

Pelatihan juga membahas strategi live streaming, terutama bagi pelaku usaha fashion yang ingin berinteraksi langsung dengan calon konsumen. Nama produk perlu dibuat sederhana dan mudah dicari agar calon pembeli dapat menemukan produk dengan lebih mudah melalui pencarian. Bagi toko yang baru memulai, host dapat berasal dari orang terdekat dengan sistem freelance, selama mampu berkomunikasi secara interaktif dan memahami produk yang ditawarkan. Selama live, host perlu mengingatkan bahan, kualitas, serta keunggulan produk sekaligus menciptakan urgensi melalui promo terbatas, bundling, Buy 1 Get 1, bonus pembelian, atau flash sale. Strategi tersebut dapat membuat live streaming tidak hanya menjadi tempat menawarkan produk, tetapi juga ruang untuk membangun interaksi dan mendorong calon konsumen melakukan pembelian.

Dua Usaha, Satu Keluarga, Mulai Melirik Pasar Digital

362386a1-f0ce-43a8-a8c9-cfe9babcab51.webp

Bu Sri Haryati pemilik Batik Trisha  dan Bapak Suryadi pemilik Toko Furniture dari Desa Gamel, saat mengikuti sesi wawancara setelah pelatihan.

Salah satu peserta yang merasakan manfaat pelatihan adalah Bu Sri Haryati, pemilik Batik Trisha dari Desa Gamel. Batik Trisha bergerak di bidang kain, pakaian, dan fashion, serta sebelumnya telah menjalankan pemasaran secara daring dan luring, meskipun pemasaran daringnya belum maksimal. Aktivitas live streaming juga baru dilakukan sekitar satu kali dalam seminggu.   Setelah mengikuti pelatihan, Bu Sri memperoleh pengetahuan mengenai cara mengunggah produk dan membuat keranjang belanja, serta berencana lebih konsisten membuat dan mengunggah konten setiap hari untuk meningkatkan penjualan.

Menariknya, dunia usaha juga menjadi bagian dari keseharian keluarga Bu Sri karena sang suami, Pak Suryadi dari Desa Gamel, menjalankan usaha di bidang yang berbeda, yaitu furniture dengan brand Tonus Furniture. Sebelum mengikuti pelatihan, pemasaran Tonus Furniture masih dilakukan secara luring dan berdasarkan pesanan sehingga belum merambah dunia digital.  Melalui pelatihan ini, Pak Suryadi mendapatkan wawasan mengenai pemasaran yang lebih luas dan mulai mempertimbangkan untuk membawa usahanya ke ranah daring. Jika penjualan berkembang, ia juga memiliki rencana untuk menambah karyawan dan membuka kemungkinan membuka cabang baru.

Kerupuk Rajungan Pun Punya Peluang Menembus Pasar Lebih Luas

cb926302-2057-4ec1-b403-c101f3d29bb1.webp


Ibu Rini dari Gunung Jati saat diwawancarai mengenai manfaat pelatihan digital marketing

Peluang untuk mengembangkan pasar melalui digital juga dirasakan oleh Ibu Rini dari Gunung Jati yang menjalankan usaha kerupuk rajungan. Setelah mengikuti pelatihan, Ibu Rini berharap usahanya dapat berkembang dengan menjangkau lebih banyak konsumen hingga pasar internasional. Ia juga melihat pemanfaatan platform digital sebagai peluang agar produknya dapat dikenal lebih luas oleh calon konsumen. Strategi yang ingin dikembangkan antara lain memperbanyak promosi, memberikan bonus kepada konsumen, serta tetap menjaga kualitas produk agar konsumen semakin tertarik.

Saatnya Produk Lokal Cirebon Naik Level

Pembukaan 100 toko di TikTok menjadi salah satu capaian yang menunjukkan bahwa pelatihan digital marketing dapat menjadi langkah konkret dalam mendorong pelaku usaha memasuki ekosistem perdagangan digital. Dengan 170 peserta yang berasal dari Kota dan Kabupaten Cirebon, kegiatan ini membuka kesempatan bagi lebih banyak pelaku usaha untuk mengenal dan memanfaatkan platform digital sebagai sarana pemasaran. Bagi UMKM, kehadiran di ruang digital bukan hanya tentang membuka toko, tetapi juga tentang bagaimana membangun konten, berinteraksi dengan konsumen, dan menawarkan produk dengan strategi yang tepat. Mall UKM sebagai ruang yang menghadirkan beragam produk lokal dapat turut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan mendorong produk UMKM Cirebon agar semakin dikenal masyarakat. Karena ketika produk lokal memiliki kualitas, dipasarkan dengan strategi yang tepat, dan hadir di ruang digital, peluang untuk naik level menjadi semakin terbuka.

Penulis :
Rihmatul Marhamah (Mahasiswa Magang IPB Cirebon)

Virgia Eldiana (Mahasiswa Magang IPB Cirebon)

Cindy Aulia Santoso (Mahasiswa Magang UGJ)